7 Cara Mengatasi Jenuh Versi Pengalaman Pribadi - ila yahya

23.10.16

7 Cara Mengatasi Jenuh Versi Pengalaman Pribadi

Setiap orang pastinya pernah mengalami jenuh. Lalu apa itu Jenuh ? "Jenuh adalah rasa bosan dalam melakukan suatu aktivitas yang itu itu saja sehingga membuat kita tidak ingin lagi melakukan sesuatu tersebut. Bahkan kita berniat ingin meninggalkan suatu aktivas tersebut dan tidak ingin mengerjakannya selamanya" Mbah Google . *hahahah ujung-ujungnya nanya ke Mbah Google :D :D

Pernah tidak kalian merasa bahwa hidup kalian itu datar banget ? Malas ngapa-ngapain, pokoknya tidak ada semangat hidup sama sekali. Kalau kalian pernah merasakan seperti itu, berarti kita sama. Saya pun pernah mengalaminya. Malahan jenuh yang pernah saya alami sudah pada level tingkat dewa - Hahahahaah-. Waktu itu saya sudah memasuki semester akhir. Saya lupa bagaimana awal mula saya bisa merasakan jenuh tingkat dewa itu. Yang pasti, saat itu saya lebih senang berada di kamar, menghabiskan waktu di kamar dari bangun sampai tidur kembali. Saya menutup diri dari dunia luar dan saya menghilang dari sosmed. Sampai teman kampus mencari-cari saya karena memang saya menghilang tanpa kabar selama sebulan. Lalu bagaimana saya bisa keluar dari Zona Jenuh tersebut?

1. Refreshing atau Cari Suasana Baru
    Yuuuppp... Refreshing benar-benar perlu untuk orang yang sedang mengalami kejenuhan. Kalau saya, waktu itu langsung pulang kampung ke Pinrang. Dan ini benar-benar manjur. Setelah seminggu berada di sana, saya kembali dengan hati yang benar-benar tenang. Tidak ada lagi yang namanya hilang semangat hidup. Dan saya menyadari, mengurung diri di kamar membuat pikiran saya jadi ikut terkurung. Padahal jika saya keluar, hati dan pikiran saya bisa lebih enakan. Keluar di sore hari berkeliling kota misalnya. Sambil melihat-lihat suasana kota yang terdapat pepohonan di pinggir jalan, itu bisa membuat hati dan pikiran menjadi lebih tenang. Atau bisa juga ke mall nongkrong sendirian. Bodo amat jika dikira jomblo karena jalan dan nongkrong sendiri. *Yang penting jenuhnya hilang. Hahahahah. Atau mungkin ingin mencari suasana baru, misalnya gabung di komunitas yang sesuai dengan minat dan bakat kalian. Yah itu juga akan menjadi solusi yang baik untuk keluar dari zona jenuh.

2. Mengubah Tata Letak Isi Kamar
    Yah.. ciptakan suasana baru dengan mengubah / mendekor ulang tata letak isi kamar. Ubah sesuai selera. Bagi saya, cara ini pun sangat ampuh untuk mengusir kejenuhan. Melihat suasana kamar yang baru membuat pikiran juga lebih fresh dan terbuka. Percaya deh... cara ini sangat manjur. Karena saya, jika jenuh melanda, saya akan mengubah tata letak isi kamar. Dan itu menambah semangat saya dalam melakukan sesuatu entah itu menulis atau membaca. 

3. Sugestikan di Pikiran 
    "Ngapain berlama-lama jenuh? toh tidak ada manfaatnya sama sekali". Yaaahhh... sering-seringlah berdialog di dalam diri. Cari tahu apa penyebab kejenuhan itu, analisis kemudian sugestikan ke pikiran bahwa stop jenuh mulai saat ini. "Teman-temanku di luar sana sudah selangkah dua langkah lebih maju dari saya, trus saya di sini cuman bisa dikuasai oleh rasa malas dan jenuh? OMG.. come on girl.. ayo bangkit..". Jika saya mulai merasa jenuh atau malas, saya akan mengatakan kata-kata itu pada diri saya sendiri. Cara ini manjur ? Yeessss of course ini sangat manjur di saya.

4. Jangan dengar lagu-lagu slow dan melow
    Mendengarkan musik saat sedang jenuh memang momen yang pas. Taaaapiii... please jangan lagu-lagu yang slow atau melow. Yang ada malah jenuhnya makin awet. Coba deh dengar lagu-lagu yang ngebit atau lagu rock. Atau lagu-lagu yang liriknya mengandung semangat.

5. Menjaga Kebersihan Tempat Tinggal dan Diri
    Jenuh boleh, tapi mandi harus tetap rutin. Jangan sampe libur mandi. Hahahah.  Menjaga kebersihan diri dan tempat tinggal bisa memberikan energi tersendiri bagi tubuh dan pikiran. 

6. Tidak Curhat di Sosmed
    Tidak semua hal bisa dipublikasikan atau dibagi ke sosmed. Mengapa ? Kita tidak pernah tahu isi hati seseorang. Mungkin ada yang prihatin dengan apa yang sedang kita alami. Namun tidak menutup kemungkinan akan ada yang senang dengan keterpurukan yang kita alami. -ceileehhh keterpurukan.. :D :D. Dan juga, alangkah baiknya jika kita bisa menyembunyikan kesedihan, kejenuhan, kegalauan, kemarahan, dan sejenisnya itu. Bukankah cerminan diri dapat dilihat dari isi postingan sosmed ? Intinya, jangan perlihatkan kelemahan atau keterpurukan. Cukuplah diri ini dan Tuhan yang tahu tentang apa yang sedang dialami.

7. Curhat Ke Allah
    Mengapa saya menyimpan cara ini di paling bawah ? karena saya yakin, sangat sedikit yang menyadari bahwa rasa jenuh yang sedang dialaminya adalah karena dia telah jauh dari Tuhannya. 

   Seorang teman yang taat agamanya pernah mengatakan kepada saya bahwa ketika saya mengalami jenuh, itu artinya Allah sedang merindukan saya dan Allah ingin saya kembali pada-Nya. *Bukan kembali dalam artian berpulang ke Rahmatullah yaaahh. Maksudnya, Allah ingin saya kembali mengingat-Nya. 


  Mungkin selama ini kita telah jauh berpaling dari-Nya, dan ketika rasa jenuh melanda, sebenarnya Allah ingin kita menceritakan apa yang sedang kita rasakan selama ini pada-Nya. Yuuppp.. Curhat ke Allah adalah jalan yang terbaik. Tak apa jika kita merasa 'nanti ada maunya baru ke Allah'. Allah justru lebih senang kepada hamba-Nya yang menyadari bahwa dia telah jauh dari Allah dan segera kembali mengingat-Nya.


Sampai saat ini pun, jenuh itu masih sering datang bertamu, tapi tidak bakal lama kok. Karena jika telah muncul gejala-gejala jenuh, saya akan menanggulanginya dengan beberapa cara di atas.

No comments:

Terima kasih telah membaca tulisan ini. Silahkan tinggalkan komentar ^_^

@ilayahya_