ila yahya

3.1.23

Perjalanan Spiritual
January 03, 20231 Comments



Saya mulai kehilangan nafsu makan sejak Kucing kesayanganku (Ambo) mati di 1 Juli 2022. Bukannya lebay atau apa. Tapi Saya memang merasa kehilangan karena dia sudah menemani saya selama 8 tahun. Ketika tidak ada yang mau dekat denganku karena penyakit cacar, justru Ambo lah yang dengan setia menemaniku.


Sejak bulan Juli 2022 sampai Oktober 2022 pola makanku jadi sangat kacau dan berat badanku mulai menurun. Saya kadang tidak makan berhari-hari dan hanya meminum air mineral dingin. Beruntung karena Maag ku tidak kambuh. Namun di sini Saya masih bisa beraktivitas.


Memasuki pertengahan Oktober 2022 makanku makin tidak teratur dan pola tidurku sangat kacau. Saya hanya bisa tidur setelah Subuh atau menjelang matahari terbit. Di sini Saya mulai melemah. Saya bahkan kesulitan untuk bangun dan selalu tremor.


Hingga di malam 24 Oktober 2022 Saya memutuskan akan ke klinik menemui dokter esok pagi karena Saya merasa sudah membutuhkan pertolongan dokter. Obat-obat psikiatriku bahkan tidak lagi bekerja di tubuhku. Obat-obat yang biasanya membuatku tertidur tidak lagi bisa membuatku tidur di malam itu. Saya berencana akan ke klinik esok pagi. Namun nyatanya saya baru bisa tertidur di jam 9 Pagi.


Saya kemudian terbangun dengan kaget saat mendengarkan suara orang solat berjamaah. ketika bangun, dalam hatiku; "Adduuhhh sudah dhuhur. Mana mau ke klinik hari ini" sambil mengarahkan pandangan ke jam di dinding samping tempat tidurku. Namun karena mataku mines, Saya tidak bisa melihat jam berapa pada saat itu. Saya pun mencari Hp yang biasa kuletakkan di samping bantalku ketika tidur. Dan Saya kaget, ternyata jam menunjukkan jam 10 AM. Artinya saya hanya tidur Sejam.


Saya lalu kepikiran dengan Suara yang membangunkan Saya, suara orang solat yang sangat jelas dan dekat, seperti mereka sedang menyolatkan Saya. Saya lalu menceritakan ini ke kakak perempuan dan salah satu teman dekatku. Dan mereka sama-sama mengatakan bahwa itu peringatan agar saya rajin solat. Dan sejak saat itu, Saya jadi lebih memperhatikan solatku.


Di hari itu juga, Saya ke klinik bertemu dokter umum, Saya menceritakan kondisiku. Dan dokter menyarankan Saya untuk menemui dokter psikiatriku agar obat yang saya konsumsi bisa disesuaikan dengan kondisiku saat ini.


Dari tanggal 24 Oktober 2022 hingga 31 Oktober 2022, Saya masih bisa beraktivitas, mengerjakan job endorse dan visit event. Memasuki 1 November 2022 Saya betul-betul lemah. Saya hanya bisa tidur, kesulitan bangun, gampang capek dan ngos-ngosan. Sedangkan nafsu makan betul-betul hilang. Saya tidak bisa makan apapun karen pasti akan muntah. Mencium aroma makanan saja sudah pusing dan mual, apalagi memakannya.


Saya makin lemah, makin pucat, dan makin kurus. Saya kehilangan 11 Kg berat badan dalam sebulan lebih. 


Tibalah di malam yang memberikan beberapa perubahan pada hidupku, 1 November 2022 malam. Malam itu saya makin lemah. Saya kemudian kepikiran terus tentang kematian. Dan Saya takut. Hingga akhirnya Saya menyerah dan meminta bantuan Kakak untuk menginfus Saya. Karena  Saya berpikir setidaknya cairan infus ini akan sangat berguna untuk tubuhku yang betul-betul tidak bisa makan apa-apa. Namun waktu itu jam menunjukkan pukul 2AM lebih jadi tidak ada saudara yang bersedia untuk ke apotik membelikan perlengkapan untuk infus. Agak marah dan kecewa. Saya punya 2 saudara laki-laki yang masih tinggal dekat dengan Saya tapi mereka betul-betul tidak care.


Mama kemudian meminta tolong ke Bapak untuk ke Apotik. Sebelum pergi ke apotik, bapak mendatangiku di kamar dan minta maaf. Saya kemudian nangis. Dan bapak bilang, "Sabar yah nak. Ikhlaskan semuanya pada Allah. Bapak sudah iklhaskan semuanya ke Allah". Saya pun makin nangis, dalam hatiku : "mampus.. bapak sudah mengikhlaskanku. jangan-jangan ini memang adalah malam terakhirku".


Setelah infus terpasang, Saya tetap tidak bisa tidur. Saya takut jika saya tidur malam ini, bagaimana jika keesokan harinya saya tidak bangun lagi ? Saya takut. Saya sadar amalanku belum cukup untuk bertemu Allah. Solatku tidak beres, melepas jilbab, dan dosaku sangat banyak. 


Tapi saya sadar kalau saya harus tidur malam itu. Karena saya membutuhkan istirahat untuk tubuhku. Saya pun teringat sebuah kalimat dzikir: أَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ اَلَّذِي لآ إِلَهَ إِلَّا هُوَ اْلحَيُّ اْلقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ. Saya membaca kalimat tersebut sepanjang malam sampai tertidur.


Di dalam tidurku, Saya melihat diriku telah melewati sebuah terowongan hitam dan ada sebuah sosok di seberang sana yang menungguku, seakan menunjukkan pandangan harapan pada saya agar mendatanginya. Saya heran, siapa dia ? Kemudian Saya terpikirkan satu hal. Saya yakin itu adalah jilbabku yang pernah kutinggalkan hanya untuk sebuah pekerjaan. Dengan perasaan senang, Saya mendatangi dan membawanya.


Saya kemudian terbangun di jam setengah 6 pagi. Saya langsung solat subuh. Setelah itu Saya melihat mama mengunjungiku di kamar. Saya menceritakan apa yang saya alami malam tadi dan mengatakan Saya ingin memakai jilbab lagi dengan konsisten dan akan rajin solat. Mama meresponku dengan bahagia.


Walaupun telah melewati perjalanan spiritual, saya mengira sakitku akan langsung diangkat oleh Allah. Namun ternyata Saya masih menjalani sakit hingga 14 hari ke depan. Sampai ipar, tante dan sepupu yang datang ke rumah sampai kaget melihat Saya diinfus, pucat, dan makin kurus. Tapi saya menjalani segalanya dengan sabar, tidak menuntut Allah sekalipun. 


------------------------


Kini alhamdulillah saya membaik. Kalau saya mengingat-ingat kembali apa yang terjadi pada Saya ketika sakit, itu membuat Saya banyak bersyukur karena masih diberi kesempatan hidup oleh Allah. 


Dengan bantuan dari kakak perempuan, mama, dan seorang teman dekatku, alhamdulillah kini saya lebih memperhatikan ibadahku dan konsisten menggunakan jilbab ketika bepergian.


Alhamdulillahirabbil 'Alamin....

Reading Time:

1.1.23

2022, Tahun Penuh Kesadaran
January 01, 20230 Comments



Jika saya dibayar untuk mengingat kembali apa yang sudah kulalui selama tahun 2022 kemarin, maka saya tidak akan pernah mau. Bahkan ada banyak memori buruk yang ingin saya hilangkan dari ingatan ini. Entah bagaimana menjelaskannya. Tahun 2022 itu, mentalku betul-betul diacak-acak. 


Mulai dari saya memutuskan untuk melepas jilbab hanya untuk sebuah pekerjaan, ditinggal mati oleh kucing kesayangan yang sudah menemani saya selama 8 tahun, mengalami sakit yang parah, hingga perjalanan spiritual yang membuat saya memutuskan untuk kembali berhijab sampai sekarang dan rajin ibadah.


Bisa dibilang selama saya hidup di dunia ini, tahun 2022 adalah tahun yang paling kubenci. Namun dibalik semua itu Saya mendapatkan banyak pelajaran hidup.


1. Memutuskan untuk Melepas Hijab Hanya Untuk Sebuah Pekerjaan

Di awal Januari 2022, Saya berencana untuk berkunjung ke Malaysia untuk mengunjungi keluarga. Waktu itu Passport Saya sudah jadi dan tinggal menunggu tanggal yang pas untuk berangkat. Tapi sehari setelah passport jadi, Saya ditawari kerja di sebuah resto di Makassar. Saya pun menerima tawaran tersebut.


Saya mulai bekerja di Resto tersebut yang memiliki aturan setiap karyawan wanita yang muslim harus menggunakan jilbab. Dan ini membuat orang tua saya menjadi sangat senang karena saya bisa konsisten berhijab (Sebelumnya,  saya sering lepas-pasang jilbab karena saya merasa jilbab itu ribet dan menurunkan beberapa persen tingkat kekerenanku). 


Saya bekerja di situ antara nyaman dan tidak nyaman. Hingga 5 bulan kemudian Saya melamar di cafe baru dengan gaji yang lumayan dan tantangan baru karena Saya ditempatkan di posisi yang betul-betul baru bagi Saya. Ditempat ini tidak diperbolehkan menngunakan jilbab. Saya hanya bertahan 2 bulan di tempat ini hingga saya memutuskan untuk resign karena di tempat ini mentalku betul-betul diacak-acak.


2. Ditinggal Mati Oleh Kucing Yang Telah Bersama Selama 8 Tahun

Ini adalah puncak patah hati terberatku selama hidup. Selama bekerja, saya selalu pergi pagi dan pulang malam sehingga Saya tidak lagi memiliki quality time bersama kucing kesayanganku, namanya Ambo (kalian bisa liat galeri fotonya di Instagram @ambokece).


Ini berlangsung selama 2 bulan dan saya tidak mengetahui kalau dia memiliki sakit yang mulai parah. Hingga suatu hari, keluargaku mulai khawatir padanya dan menyuruhku untuk membawanya ke klinik. Tapi karena saya masih kerja pada saat itu, saya meminta tolong ke kakak untuk membawanya ke klinik. 


Ternyata kata dokter, dia memiliki Tumor di bagian kanan kiri perutnya dan harus dioperasi. Ini membuatku menangis di WC kantor dan mulai menyalahkan diri. Saya merasa karena saya terlalu sibuk kerja, saya tidak pernah lagi memperhatikannya.


Hingga di 1 Juli 2022, dia pun diambil oleh Allah. Dia mati di depanku ketika saya ngobrol dengannya. Saya menyaksikan dia sakratul maut sebelum benar-benar pergi (Ya Allah saya ngetik ini sampai nangis).


Stelah dikubur, hari-hariku mulai kacau dan betul-betul trauma hingga tidak ingin lagi memelihara kucing. Saya sudah dibuat stress dengan tempat kerja, dan kmini stress karena ditinggal mati oleh kucing yang telah bersama denganku selama 8 tahun. Dan akhirnya saya memutuskan resign dari cafe tersebut.


3. Mengalami Sakit Parah

Saya menyadari sakit yang kualami di 31 Oktober 2022 adalah bagian dari stressku yang ditinggal mati Ambo. Saya kehilangan nafsu makan, insomnia akut, lemas, demam, hingga berat badanku turun 11Kg dalam 1 bulan. 


Hingga pada suatu malam, saya mengalami titik terlemah. Saya meminta kakak untuk menginfus Saya. Malam itu saya betul-betul takut. Saya pucat, saya lemah, saya tidak bisa apa-apa. Orang-orang rumah yang melihatku sudah merasa kalau saya sudah tidak ada harapan. Hingga malam itu Saya sudah merasa inilah malam terkahirku di dunia ini dan tidak akan bangun lagi esok hari. Bahkan salah satu temanku mengira Saya telah meninggal dunia. 


4. Memutuskan untuk kembali berhijab

Masih di malam yang Sama, Saya takut Kalau Tuhan mengambilku sedangkan solatku masih tidak beres. Sepanjang malam Saya membaca kalimat ini أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيَّ الْقَيُّومَ وَأَتُوبُ إِلَيْه.


Malam itu Saya mengalami perjalanan spiritual dan alhamdulillah Saya terbangun dengan perasaan segar di setengah 6 pagi. Yah.. Saya melalui masa-masa kritis itu. Ketika Saya terbangun, mama juga kebetulan mengunjungiku di Kamar. Dan Saat itu juga Saya bilang ke mama kalau ingin kembali berhijab dan Saya juga akan rajin solat. Mamaku Sangat senang mendengar itu.


Yah.. 2022 memang tahun yang paling memberikan Saya banyak kesadaran baik dari segi membangun hubungan dengan Tuhan, orang tua dan orang lain, sserta dari segi percintaan juga banyak memberikan pelajaran.


Next Saya akan membahas poin-poin di atas lebih lengkap di tulisan-tulisan selanjutnya....


--------------------------


Saya sedang mengikuti challenge 30 hari bercerita. Jadi setiap harinya Saya akan memposting tulisan-tulisan baru.

#30hbc23 #30haribercerita #30hbc2301

Reading Time:

1.4.20

Perjalanan Pendidikan Magister
April 01, 20201 Comments

July, 2017



Alhamdulillah saya lulus. Awalnya saya akan mengira bahwa kalaupun saya lulus, palingan hanya 'lulus bersyarat' karena saya agak pesimis dengan hasil tes TOEFL yang mungkin tidak memenuhi nilai standar. Namun nyatanya tidak, saya 'Lulus' tanpa adanya embel-embel kata 'bersyarat' di belakangnya. Itu artinya nilai TOEFL saya memenuhi standar. Alhamdulillah.. 

Dan saya benar-benar bersyukur atas apa yang Allah kasih ke Saya ini. Sesuai dengan prinsip saya sebelumya, Allah mengabulkan keinginan Saya yang ingin lanjut S2 dengan beasiswa. Alhamdulillah..

Sept 20, 2017 | 8:15 
Saya kehilangan semangat. Saya merasa ingin menyerah. Menjalani kuliah sekaligus kerja benar2 menyulitkan. Sy belum bisa akrab dengan semua teman angkatan, dan kerjaan di kantor juga tdk total. Saya ingin menyerah. Dan pilihannya hanya ada pada tetap kerja atau resign dari kantor. Saat ini sy sdh tdk bisa mundur dari perkuliahan. Krn bila sy mundur, sy harus mengganti 2x lipat dari spp yg telah dibayarkan oleh kemenpora. Dan sppku 9jt. Duit dari mana  untk bayar 2x lipatnya?

Di sisi lain, sy jg merasa tdk bisa meninggalkan kantor. Sy merasakan kedekatan yang benar2 membuat nyaman dengan mereka di kantor. Mereka care, mereka baik, dan mereka asyik. Sangat sulit mendapatkan rekan2 spt mereka.

Lalu apa yang harus sy lakukan? Apakah sy harus tetap menjalani keduanya? Kuliah dan kerja. Dengan resiko, mungkin sy akan mudah stres dan akan jatuh sakit. Kadang sy muak dengan diri sendiri yang terlalu dikendalikan oleh mood. Betapa menjengkelkannya hal itu.

Sept 25, 2017 | 23:52
Beberapa hari belakangan ini, sy slalu merasa menyesal mengapa mengambil peluang S2 ini. Andaikan sy tdk lanjut S2, mungkin tdk akan spt ini. Andaikan sy tdk mengambil langkah berani untuk terjun ke pascasarjana, mungkin sy bisa total dlm bekerja dan masih punya waktu berkumpul bareng keluarga.

Berbicara mengenai Keluarga, hahaha kemarin siang sy membuka foto2 yg ada di galeri, dan menemukan sebuah foto menggemaskan dari ponakan yang dulunya q claim sbg ponakan yg paling q sayangi, Aisyah. Namun beberapa bulan terakhir ini, sangat jarang waktuku untuknya. Bahkan beberapa bulan lalu ketika dia dirawat di RS, sy hanya sekali mengunjunginya. Kemudian beberapa hari kemarin sampai hari ini, dia sakit lagi. Dan sy sangat jarang bersamanya. Sy jarang pulang ke rmh dan lebih sering nginap di kosan krn begitu banyaknya tugas yang harus kuselesaikan, yah sy akui manajemen waktuku benar2 payah.

Sesekali sy pulang kerumah, itupun hanya sebentar. Dan saat bertemu dengan Aisyah, dia sangaaattt sangaattt senang. Dia yang sedang sakit, yang hanya bisa menangis, ketika melihat sy muncul dari pintu kamarnya, dia akan berbalik dan nampak senang, kemudian seakan minta digendong. Dan setelah bermain sebentar dan menggendongnya, q tinggal dia lalu kembali ke kantor. Betapa memuakkannya saat2 spt ini!!


Sy jengkel pd diri ini yg semakin jauh dari keluarga, dan tdk produktif. Betapa menjengkelkannya!!!

Jan 15, 2019
Saya sedikit dibuat stres oleh tesis. Saya bahkan bingung harus mulai dari mana untuk mengerjakannya. Saya merasa buntu, tidak mengerti apa-apa. Saya bahkan membahasnya dengan leader di tempat kerja. Dan dia memberi saya cuti sebulan agar bisa fokus di tesis.

Seminggu pertama cuti, saya seperti merasa kosong, merasa sia-sia mengambil cuti. mengapa? Karena seminggu cuti ini saya belum memulai apa-apa untuk pengerjaan proposal. Saya buntu, saya makin buntu. Saya sudah diberi wejangan oleh kakak yang lulusan magister. Tapi saya masih bingung menghubung-hubungkannya di latar belakang.

Feb 11, 2019 | 10:54 PM
Setelah  melalui banyak drama mulai dari cuti kerja, mengungsi ke Pinrang buat kerja Tesis hingga Resign dari kantor, akhirnya saya bisa mengerjakan bab 1 proposal saya.

Sangat jelas teringat bagaimana sulitnya melawan rasa malas, takut dan cemas karena tesis. Awalnya saya minta cuti sebulan dari kantor buat fokus tesis. Tapi cara ini gagal total. Saya cuti sebulan dan saya tidak mengerjakan apa-apa. Saya merasa buntu, tidak tau harus mulai dari mana. Kemudian Saya memutuskan untuk mengungsi ke Pinrang untuk mengerjakan Tesis. Tapi ternyata cara ini juga gagal. Baru juga 2 hari berada di kampung, Saya tidak betah dan ingin pulang ke rumah. Selama di kampung Saya hanya mengetik 1 paragraf, lumayan lahh. Akhirnya Saya pulang ke Makassar dengan semangat yang menggebu-gebu untuk menjalani hidup yang lebih baik.

Karena Saya merasa percuma mengambil cuti yang tidak ada hasilnya, Saya memutuskan untuk masuk kantor lagi. Hanya beberapa hari masuk kantor, Saya memutuskan untuk resign dari kantor. Selain karena benar-benar ingin fokus tesis, ini juga disebabkan karena efek obat yang Saya konsumsi yang membuat Saya ngantuk di pagi hari. Karena merasa tidak berguna di kantor, akhirnya Saya memutuskan untuk mengajukan resign. Dan alhamdulillah resign Saya diterima.

Saya makin tidak bersemangat. Selama berhenti kerja, Saya hanya makan tidur di rumah. Tidak ada semangat menjalani hidup, tidak ada semangat mengerjakan tesis. Di saat Teman-teman pada maju proposal, Saya malah mengkhawatirkan ketidaksiapan untuk presentasi (padahal proposalnya belum ada dikerja sama sekali).

Motivasi dan support mengalir dari para saudara dan teman-teman. Saya disemangati bahwa Saya pasti bisa menyelesaikannya. Kakak juga mengembalikan perkataanku yang pernah kulontarkan untuk menyemangati dia dulu "Kalau Allah sudah menakdirkan Seseorang berada pada situasi, artinya Allah yakin bahwa orang itu bisa melaluinya". Selain memiliki 2 kakak yang terus mendukung, Saya juga punya teman yang selalu menyemangati.

Dan benar. Ternyata Saya bisa menyelesaikan bab 1. Semoga kedepannya pengerjaan proposal ini lancar.

Feb 28, 2019 | 01:27 AM
Saya kembali buntu di bab 2. Saya tidak mengerti harus diapakan bab 2. 

March 13, 2019 | 11:17 PM
Akhirnya saya bisa menyelesaikan proposal dan sudah konsul sekali dengan dosen pembimbing. Saya tau proses menuju ujian proposal masih sangat panjang mengingat saya baru sekali konsul. Tapi tak mengapa. Biarlah ini perlahan tapi pasti. Jangan terburu2. Saya sudah merencanakan, bulan satu dan dua mengerjakan proposal, bulan 3 persiapan maju ujian proposal, bulan empat penelitian, bulan 5 ujian hasil dan bulan enam wisuda. Semoga ini berjalan sesuai rencana. Aamiinn....

March 15, 2019 | 00:27 AM
Saat ini saya sudah berada pada tahap persiapan proposal. Walaupun kemarin2 saya benar2 dipusingkan oleh yang namanya proposal, tapi saat ini saya selangkah lebih dekat dengan proposal. Semoga semuanya lancar sampai pakai toga.

Oh iya, saya juga sudah resign dari kantor. Kantor yang dulunya sangat kucintai. Tak ada rasa penyesalan sama sekali. Entah sejak kapan, tapi semuanya benar2 berubah. Kantor yang dulunya sangat membuat nyaman kini tak lagi senyaman yang dulu. Suasananya, orang2nya, semua berbeda. Ah sudahlah, yang lalu biarlah berlalu. Kini saya harus fokus pada tesis. Smoga secepatnya bisa kelar.

March 20, 2019 | 01:56 AM
Cobaan pun datang. Di saat saya sedang berjuang untuk proposal, laptop saya malah rusak. Oh God...

March 21, 2019 | 06:22 PM
Lagi-lagi cobaan menghadang. Di saat saya sudah nemu laptop untuk digunakan、printer tidak bisa digunakan karena tidak bisa terconnect dengan laptop. Tapi tak mengapa、yang penting filenya sudah ada di flashdisk. Kan bisa ngeprint di luar.

Tapi cobaan lain juga menghadang. Di saat saya sudah ingin konsul dengan dosen pembimbing、ternyata dosennya mau ke luar kota selama 10 hari terhitung dari hari ini. Itu artinya saya harus bersabar menunggu. Mau ngapain saya selama 10 hari dengan kekosongan? Sambil mengisi waktu、 saya belajar bahasa korea. Kali2 aja ada yang tinggal di kepala.

March 22 2019 | 06:07 PM
Seperti ada semangat yang muncul dari dalam ingin menyelesaikan s2 secepatnya. Entah dari mana semangat itu. Sayangnya saya masih harus menunggu seminggu lagi untuk bisa bertemu dosen pembimbing. Saya harus ujian meja sebelum bulan 6. Optimis pasti bisa!!

March 25 2019 | 09:00 PM
Terharu bangettt. Kakak ku yang paling kusayang membelikan saya laptop. Katanya biar semangat lagi ngerjain tesisnya、 makanya beli laptop baru. Semoga saya tidak mengecewakannya. Semoga saya bisa selesai secepatnya.

April 07、 2019 | 11:07 PM
Masih seperti sebelum2nya、saya menyesal mengambil S2. Entah sampai kapan perasaan ini akan terasa. Seandainya Saya tidak mengambil S2、mungkin saya tidak akan sepusing ini. Betapa menyebalkannya dikelilingi perasaan seperti ini. Walau demikian、jalan yang bisa saya tempuh adalah menjalaninya dengan baik. Semenyesal apapun saya、saya harus tetap jalani. Tidak ada pilihan lain selain menjalaninya dengan baik.

Sept 11, 2019 | 06.17 PM
Alhamdulillah hari ini saya telah selesai proposal setelah sempat tertolak di proposal pertama di bulan mei. Puji syukur karena bisa menyelesaikan proposal hari ini. Terima kasih untuk tante dan kakak iparku yang telah menjadi donatur untuk konsumsi serta adekku yang telah mengantarkan konsumsi tersebut hingga ke kelas. Pokoknya senang banget hari ini. Ya Allah... terima kasih ya Allah...

Nov 19, 2019 | 08.24 PM
Alhamdulillahi rabbil 'alamin. Hari ini saya telah melaksanakan seminar hasil. Selangkah lagi saya bisa keluar dari pascasarjana. Syukur alhamdulillah. Berkat doa dari keluarga dan teman saya menjalaninya dengan lancar. Setelah mengalami drama yang panjang, akhirnya saya selangkah lebih dekat dengan toga.

Terima kasih untuk riska yang sangat berjasa dalam proses saya pengerjaan tesis ini. Terima kasih untuk tante ana yang telah mensponsori konsumsi untuk para dosen. Terima kasih untuk support dari orang tua dan saudara2ku. Terima kasih untuk kakak2 ppw mkp yang selalu menyemangati saya. Terima kasih untuk kak bombom, hikmawan, kak robi dan kak nina sera teman2 mkp yg lain yang sudah turut mendoakan kelancaran seminar saya. Sekali lagi terima kasih 🙏.

Alhamdulillah saat ini saya tidak lagi merasakan penyesalan karena terjun di dunia magister. Semoga semua ini ada hikmahnya.

Nov 22 2019 | 07.19 PM
Saya capek dengan semua ini. Masih ada 2 berkas yg belum siap. Padahal hari rabu adalah deadline ujian tutup. Tapi saya belum mendapatkan ttd persetujuan untuk ujian akhir dari prof bulkis.

Saya capek dengan semua ini. Seakan ingin menyerah. Tp teman2 selalu menyemangati saya. Riska kak herul dan kak roby terus menyemangati saya bahwa saya bisa.

Kadang hatiku tidak tenang yang menyebabkan badan jadi tidak enakan. Lalu apa yang harus saya lakukan? Saya capek dengan semua ini. Seakan semua tenagaku sudah terkuras habis krn persiapan keluar dari pasca.

Di sisi lain, saya mengkhawatirkan dedi dan kak dana yang sampai hari ini belum naik seminar hasil. Saya berharap mereka bisa sama2 pakai toga dengan kami di bulan desember. Tapi teman2 yang lain menyuruhku untuk fokus pada diri sendiri. Berhenti memikirkan orang lain.

Des 03, 2019

Proses Ujian Akhir Magister, (Selasa) 03 Desember 2019.

Pembimbing:
- Prof. Dr. Ir. Sitti Bulkis, MS.
- Drs. Hasbi, M.Si., Ph.D.

Penguji:
- Prof. Dr. Rahmatiah, MA.
- Dr. Ir. Abd. Rasyid, M.Si.
- Dr. Ir. Rahmadanih, M.Si.

Ternyata ujian tutup tidak semengerikan yang ada di kepalaku selama ini.

Alhamdulillah,
Nurlailah, S.S., M.Si.

Note: Foto ini diabadikan oleh salah satu pengujiku yang paling baik, Ibu Dr. Ir. Rahmadanih, M.Si. Salah satu penguji rasa pembimbing. Selalu memotivasi dan menasehati saya.



March 18, 2020
Hari ini harusnya saya wisuda. Tp H-2, wisudanya dibatalkan krn corona. Sangat kecewa pastinya. Apalagi mama yg sangat ingin menghadiri wisudaku.

Jun 23, 2020
Hari ini saya menjalani wisuda online via Zoom. Lucu juga... tp ga papa. Yg jelas pendidikanku kelar.

Wisuda Online Via Zoom




Reading Time:

@ilayahya_