Perjalanan Spiritual - ila yahya

3.1.23

Perjalanan Spiritual




Saya mulai kehilangan nafsu makan sejak Kucing kesayanganku (Ambo) mati di 1 Juli 2022. Bukannya lebay atau apa. Tapi Saya memang merasa kehilangan karena dia sudah menemani saya selama 8 tahun. Ketika tidak ada yang mau dekat denganku karena penyakit cacar, justru Ambo lah yang dengan setia menemaniku.


Sejak bulan Juli 2022 sampai Oktober 2022 pola makanku jadi sangat kacau dan berat badanku mulai menurun. Saya kadang tidak makan berhari-hari dan hanya meminum air mineral dingin. Beruntung karena Maag ku tidak kambuh. Namun di sini Saya masih bisa beraktivitas.


Memasuki pertengahan Oktober 2022 makanku makin tidak teratur dan pola tidurku sangat kacau. Saya hanya bisa tidur setelah Subuh atau menjelang matahari terbit. Di sini Saya mulai melemah. Saya bahkan kesulitan untuk bangun dan selalu tremor.


Hingga di malam 24 Oktober 2022 Saya memutuskan akan ke klinik menemui dokter esok pagi karena Saya merasa sudah membutuhkan pertolongan dokter. Obat-obat psikiatriku bahkan tidak lagi bekerja di tubuhku. Obat-obat yang biasanya membuatku tertidur tidak lagi bisa membuatku tidur di malam itu. Saya berencana akan ke klinik esok pagi. Namun nyatanya saya baru bisa tertidur di jam 9 Pagi.


Saya kemudian terbangun dengan kaget saat mendengarkan suara orang solat berjamaah. ketika bangun, dalam hatiku; "Adduuhhh sudah dhuhur. Mana mau ke klinik hari ini" sambil mengarahkan pandangan ke jam di dinding samping tempat tidurku. Namun karena mataku mines, Saya tidak bisa melihat jam berapa pada saat itu. Saya pun mencari Hp yang biasa kuletakkan di samping bantalku ketika tidur. Dan Saya kaget, ternyata jam menunjukkan jam 10 AM. Artinya saya hanya tidur Sejam.


Saya lalu kepikiran dengan Suara yang membangunkan Saya, suara orang solat yang sangat jelas dan dekat, seperti mereka sedang menyolatkan Saya. Saya lalu menceritakan ini ke kakak perempuan dan salah satu teman dekatku. Dan mereka sama-sama mengatakan bahwa itu peringatan agar saya rajin solat. Dan sejak saat itu, Saya jadi lebih memperhatikan solatku.


Di hari itu juga, Saya ke klinik bertemu dokter umum, Saya menceritakan kondisiku. Dan dokter menyarankan Saya untuk menemui dokter psikiatriku agar obat yang saya konsumsi bisa disesuaikan dengan kondisiku saat ini.


Dari tanggal 24 Oktober 2022 hingga 31 Oktober 2022, Saya masih bisa beraktivitas, mengerjakan job endorse dan visit event. Memasuki 1 November 2022 Saya betul-betul lemah. Saya hanya bisa tidur, kesulitan bangun, gampang capek dan ngos-ngosan. Sedangkan nafsu makan betul-betul hilang. Saya tidak bisa makan apapun karen pasti akan muntah. Mencium aroma makanan saja sudah pusing dan mual, apalagi memakannya.


Saya makin lemah, makin pucat, dan makin kurus. Saya kehilangan 11 Kg berat badan dalam sebulan lebih. 


Tibalah di malam yang memberikan beberapa perubahan pada hidupku, 1 November 2022 malam. Malam itu saya makin lemah. Saya kemudian kepikiran terus tentang kematian. Dan Saya takut. Hingga akhirnya Saya menyerah dan meminta bantuan Kakak untuk menginfus Saya. Karena  Saya berpikir setidaknya cairan infus ini akan sangat berguna untuk tubuhku yang betul-betul tidak bisa makan apa-apa. Namun waktu itu jam menunjukkan pukul 2AM lebih jadi tidak ada saudara yang bersedia untuk ke apotik membelikan perlengkapan untuk infus. Agak marah dan kecewa. Saya punya 2 saudara laki-laki yang masih tinggal dekat dengan Saya tapi mereka betul-betul tidak care.


Mama kemudian meminta tolong ke Bapak untuk ke Apotik. Sebelum pergi ke apotik, bapak mendatangiku di kamar dan minta maaf. Saya kemudian nangis. Dan bapak bilang, "Sabar yah nak. Ikhlaskan semuanya pada Allah. Bapak sudah iklhaskan semuanya ke Allah". Saya pun makin nangis, dalam hatiku : "mampus.. bapak sudah mengikhlaskanku. jangan-jangan ini memang adalah malam terakhirku".


Setelah infus terpasang, Saya tetap tidak bisa tidur. Saya takut jika saya tidur malam ini, bagaimana jika keesokan harinya saya tidak bangun lagi ? Saya takut. Saya sadar amalanku belum cukup untuk bertemu Allah. Solatku tidak beres, melepas jilbab, dan dosaku sangat banyak. 


Tapi saya sadar kalau saya harus tidur malam itu. Karena saya membutuhkan istirahat untuk tubuhku. Saya pun teringat sebuah kalimat dzikir: أَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ اَلَّذِي لآ إِلَهَ إِلَّا هُوَ اْلحَيُّ اْلقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ. Saya membaca kalimat tersebut sepanjang malam sampai tertidur.


Di dalam tidurku, Saya melihat diriku telah melewati sebuah terowongan hitam dan ada sebuah sosok di seberang sana yang menungguku, seakan menunjukkan pandangan harapan pada saya agar mendatanginya. Saya heran, siapa dia ? Kemudian Saya terpikirkan satu hal. Saya yakin itu adalah jilbabku yang pernah kutinggalkan hanya untuk sebuah pekerjaan. Dengan perasaan senang, Saya mendatangi dan membawanya.


Saya kemudian terbangun di jam setengah 6 pagi. Saya langsung solat subuh. Setelah itu Saya melihat mama mengunjungiku di kamar. Saya menceritakan apa yang saya alami malam tadi dan mengatakan Saya ingin memakai jilbab lagi dengan konsisten dan akan rajin solat. Mama meresponku dengan bahagia.


Walaupun telah melewati perjalanan spiritual, saya mengira sakitku akan langsung diangkat oleh Allah. Namun ternyata Saya masih menjalani sakit hingga 14 hari ke depan. Sampai ipar, tante dan sepupu yang datang ke rumah sampai kaget melihat Saya diinfus, pucat, dan makin kurus. Tapi saya menjalani segalanya dengan sabar, tidak menuntut Allah sekalipun. 


------------------------


Kini alhamdulillah saya membaik. Kalau saya mengingat-ingat kembali apa yang terjadi pada Saya ketika sakit, itu membuat Saya banyak bersyukur karena masih diberi kesempatan hidup oleh Allah. 


Dengan bantuan dari kakak perempuan, mama, dan seorang teman dekatku, alhamdulillah kini saya lebih memperhatikan ibadahku dan konsisten menggunakan jilbab ketika bepergian.


Alhamdulillahirabbil 'Alamin....

1 comment:

  1. Never give up ilaa, you with allah😊

    ReplyDelete

Terima kasih telah membaca tulisan ini. Silahkan tinggalkan komentar ^_^

@ilayahya_