Mati Rasa | #1 - ila yahya

25.5.21

Mati Rasa | #1

 




Kisah diawali dengan anggapan orang-orang tentang Yerin. Yang mereka lihat, Yerin sampai saat ini masih single karena Yerin terlalu pemilih. Di sisi lain banyak yang mengira bahwa Yerin telah memiliki pacar. Padahal nyatanya semua itu tidak benar. Yerin merasa dirinya telah mati rasa.


Entahlah apa yang salah dengan Yerin. Tapi memang tak ada satupun lelaki yang menarik di mata Yerin sejak tahun 2016. Tahun di mana Yerin pernah dibuat baper oleh seseorang. Yang hingga kini membuat Yerin seakan menutup hati untuk siapa pun.


Yerin juga merasa ada yang aneh dengannya. Hingga dia menggunakan aplikasi pencari jodoh. Dan ada beberapa lelaki yang sempat dia temui. Dan sama seperti sebelum-sebelumnya, Yerin tidak merasa sreg dengan lelaki-lelaki tersebut yang berujung Yerin memutuskan kontak dengan mereka. Yerin hanya tak ingin memberikan harapan kepada mereka sehingga Yerin memutuskan untuk tidak lagi ingin berhubungan dengan mereka dengan mengabaikan pesan-pesan mereka di Whatsapp.


Kembali ke tahun 2016, tahun di mana Yerin sempat dibuat baper oleh seseorang. Di tahun itu Yerin sempat mengalami kecelakaan lalulintas yang membuat Yerin harus dioperasi. Awal bertemu dengan dokter yang akan menanganinya, Yerin tak ada perasaan apapun. Dokter itu menemui Yerin yang telah masuk kamar perawatan. Di situ dokter memeriksa keadaan Yerin. Di situpun Yerin belum memiliki perasaan apapun. 


Tibalah momen operasi. Dokter tersebutlah yang melakukan tindakan operasi pada Yerin. Puji Tuhan, operasinya berjalan lancar. Setelah operasi, Yerin dikembalikan ke ruang perawatan untuk beristirahat. Setelah efek biusnya hilang, Yerin mulai membuka mata walau masih terasa pusing. Tak lama kemudian, dokter menelpon Yerin untuk menanyakan keadaan Yerin. Di situ pun Yerin masih belum ada perasaan pada sang dokter.


Yerin menyimpan nomer dokter tadi. Dan Line otomatis meng-add nomer tadi sebagai kontak di Line. Tak lama kemudian, chat dokter masuk di Line Yerin dan mengatakan bahwa kalau merasa tidak enak atau ada apa-apa, kabari saja dokternya via Line. 


Dokter itu membuat Yerin merasa nyaman dengannya. Yerin dijenguk 3 kali sehari untuk memastikan keadaan Yerin tetap membaik. Belum lagi dokternya sering mengajak bercanda Yerin. Semua tindakan seperti memberikan obat atau mengganti perban bekas operasi pun dilakukan oleh dokternya langsung. Padahal semua tindakan itu biasa dilakukan oleh perawat penanggung jawab.


Yerin makin nyaman dengan kebaikan-kebaikan dokter tersebut. Belum lagi saat Yerin mengatakan ingin pulang karena sudah rindu dengan kucingnya di rumah, dan dokter itu mengatakan dokternya belum ikhlas jika pasiennya pulang. Walaupun bercanda, tapi Yerin memasukkan kata-kata tersebut ke hatinya.


Yah, Yerin menyukai dokter tersebut dengan segala kebaikan dan perhatiannya. Sekarang sudah 2021 dan Yerin belum bisa move on dari dokter tersebut. Itulah mengapa Yerin masih belum bisa membuka hati buat siapapun. Karena hatinya masih untuk sang dokter.


Banyak lelaki yang mendekati Yerin tapi tak satupun yang diberikan kesempatan untuk mengetuk pintu hati Yerin. Lima tahun bukan waktu yang singkat. Tapi hati Yerin masih untuk sang dokter.


Yerin juga bingung harus bagaimana. Tidak mungkin dia menyatakan perasaannya pada sang dokter. Karena Yerin merasa apa yang dilakukan oleh dokternya dulu adalah sikap profesional seorang dokter untuk pasiennya. Mungkin itu adalah salah satu trik mengambil hati pasien agar pasiennya nyaman dengan dokternya. Tapi Yerin menafsirkannya salah yang berujung baper.


Yah, Yerin sudah sulit menyukai lelaki lain. Yerin telah mati rasa pada siapapun. Karena hatinya masih untuk sang dokter. Lalu, Yerin harus bagaimana ?


-----------------------------------------

Follow IG penulis yahhhh

Klik >> @ilayahya_ << Klik

No comments:

Terima kasih telah membaca tulisan ini. Silahkan tinggalkan komentar ^_^

@ilayahya_