'Tetap Sehat' adalah Kunci dari Segala Resolusi di Tahun 2018 - ila yahya

31.12.17

'Tetap Sehat' adalah Kunci dari Segala Resolusi di Tahun 2018



Gak kerasa yah bulan Desember akan segera berakhir. Itu artinya, bentar lagi bakal berganti tahun. Tapi, nyadar gak sih? Di tahun 2017 ini, waktu seakan sangat cepat berlalu. Atau hanya saya yang merasakan ini? Padahal dari jaman old sampai jaman now, sehari tetaplah 24 jam. Ataukah ini karena saya mulai disibukkan dengan berbagai aktivitas? Entahlah...

Mengingat Kembali Perjalanan di Tahun 2017

Tahun 2017 menjadi tahun yang memberikan saya banyak pengalaman dan pelajaran berharga. Setelah mengalami kecelakaan yang menyebabkan saya patah tulang dan harus menjalani operasi pemasangan pen di tahun 2016, saya masih harus menunggu operasi kedua di tahun 2017 untuk melepaskan implant (pen) yang terpasang di tulang.

Untuk kejadian ini, Saya tidak pernah merasa marah pada keadaan ataupun pada adik yang membuat saya mengalami patah tulang. Karena saya selalu yakin, ada hikmah dan pelajaran berharga dibalik setiap kejadian. Termasuk peristiwa kecelakaan dan operasi 2x ini.

Di masa-masa pemulihan setelah operasi kedua, saya seakan menjadi tuan putri di rumah. Saya tidak boleh mengangkat sesuatu dengan tangan kiri (patah tulangnya pada bahu kiri). Saya juga tidak boleh melakukan aktivitas yang berat-berat *seperti ngangkat galon #Eehhh 😅. 

Saya tidak boleh ngapa-ngapain dulu pasca operasi. Alhasil, saya merasa jenuh, bosan dan merasa tidak berguna.

Nah, di masa-masa membosankan inilah Saya mencoba untuk mencari suatu hal yang bisa Saya lakukan tanpa melibatkan aktivitas fisik. Saya ingin menekuni sesuatu yang bisa membunuh waktu-waktu membosankan ini. Namun Saya tidak tau apa itu. Dan dari sinilah Saya mulai sedikit berkembang dalam hal passion dan skill.

Mengingat kembali perjalanan di tahun-tahun sebelumnya, beberapa hal inilah yang Saya tekankan pada diri:

1. Saya senang membaca, mengapa tak mencoba untuk menulis?

Saya memutuskan untuk mengambil jalan operasi ketika tau bahwa Saya patah tulang. Walaupun banyak pengaruh-pengaruh dari luar maupun dari keluarga bahwa operasi punya banyak efek samping dan menyarankan untuk diurut saja, Saya tetap pada pendirian bahwa Saya lebih baik dioperasi. Selain karena lebih yakin bahwa operasi adalah jalan terbaik, Saya sebenarnya takut kesakitan ketika membayangkan tulang yang jelas-jelas patah dipaksa untuk sejajar kembali. Gimana mau tahan diurut, gerak dikit aja sakit -_-. Kalau operasi kan beda lagi. Memang ada prosedur kulit disayat kemudian dipasangi implant di tulang yang patah agar bisa sejajar dan tersambung kembali. Tapi itu kan dalam keadaan terbius total. Jadi aman laahh..

Sambil menunggu jadwal operasi yang jedanya hampir sebulan, Saya rajin mencari tulisan-tulisan yang berisikan pengalaman mereka yang senasib dengan Saya. Waktu itu jiwa kepo Saya memang lagi tinggi-tingginya. Saya ingin tau seperti apa prosedur pemasangan pen, Saya ingin tau mengapa mereka bisa patah tulang, sampai ke biaya-biayanya pun Saya cari tau. 

Nah berawal dari sinilah Saya kemudian terpikirkan, "Kalau Saya senang membaca kisah-kisah orang lainMengapa Saya tidak menuliskan kisah patah tulang Saya juga di Blog? Kali-kali aja bisa bermanfaat untuk orang lain". maka lahirlah blog yahyanurlailah.blogspot.com yang sekarang menjadi www.ilayahya.com.

Selain itu, di masa-masa pemulihan Saya juga senang membaca artikel yang melintas di beranda FB. Lalu, Saya terpikirkan lagi, "Kalau artikel begini, Saya juga bisa bikin". Saya mulai membuat artikel dan mengirimnya di berbagai situs, dan alhamdulillah terbit. 

2. Saya ingin lanjut S2 tanpa membebani orang tua. Maka Saya harus cari Beasiswa!

Dulu saya punya prinsip, "Saya ingin lanjut S2 tapi tidak dengan biaya orang tua". Saya sadar, biaya kuliah magister itu tidak murah. SPPnya di atas 5 juta, dan melihat kakak laki-laki saya kuliah S2 dengan biaya full dari orang tua membuat saya geleng-geleng kepala. Walau sebenarnya saya juga ingin lanjut kuliah S2, tapi saya benar-benar tidak ingin dibiayai oleh orang tua. Why? Saya adalah anak yang pengertian dan selalu nyadar diri *Asseekkk. 

Saya sudah disekolahkan sampai bangku perkuliahan S1, masa masih pengen nyusahin orang tua dengan dibiayai kuliah S2-nya? Lagian, saya ini anak perempuan, nantinya akan ikut suami. Kalaupun orang tua saya ingin semua anaknya berpendidikan tinggi, saya akan lebih memberi kesempatan pada 2 adik laki-laki saya yang nantinya akan menjadi kepala rumah tangga di masing-masing keluarganya.

Keinginan saya untuk lanjut kuliah, ada. Beasiswa pun juga ada di mana-mana. Sampai suatu ketika, seorang senior menyuruh saya untuk daftar beasiswa Kemenpora, ini beasiswa full dari kementrian Pemuda dan Olahraga. 

Sebenarnya saya agak pesimis karena saya tidak begitu jago dalam Bahasa Inggris dan saya tidak punya nilai TOEFL sebagai syarat kelulusan. Namun karena saya memiliki tekad yang kuat, setelah berkas saya masuk, Saya membeli beberapa buku soal-soal TPA, dan belajar TOEFL pada seorang sahabat (Tengkyuuuuu Ita..)

Sebulan berlalu, pengumuman keluar. 

Alhamdulillah saya lulus. Awalnya saya akan mengira bahwa kalaupun saya lulus, palingan hanya 'lulus bersyarat' karena saya agak pesimis dengan hasil tes TOEFL yang mungkin tidak memenuhi nilai standar. Namun nyatanya tidak, saya 'Lulus' tanpa adanya embel-embel kata 'bersyarat' di belakangnya. Itu artinya nilai TOEFL saya memenuhi standar. Alhamdulillah.. Makasiihhh My best Ita yang telah mengajarkan saya tips n trik menghadapi soal TOEFL.

Dan saya benar-benar bersyukur atas apa yang Allah kasih ke Saya ini. Sesuai dengan prinsip saya sebelumya, Allah mengabulkan keinginan Saya yang ingin lanjut S2 dengan beasiswa. Alhamdulillah..

3. Hari ini adalah proses belajar

Sebelumnya, saya paling tidak bisa ngomong di depan umum. Bawaannya selalu gugup dan blank. That's why saya selalu menghindari yang namanya public speaking. Namun sejak bergabung di Media Buzzer Group, tempat saya bekerja, Saya mulai bisa beradaptasi dengan itu. For the first time, Saya bisa ngomong depan Kamera, padahal sebelum-sebelumnya tidak pernah bisa. Yah, Saya menganggap ini adalah sebuah proses belajar untuk Saya. Bergabung di perusahaan ini memberikan Saya banyak pengetahuan dan pengalaman baru.

Terkait public speaking, walau Saya belum se-expert mereka yang selalu tampil depan umum entah itu nge-MC atau yang sejenis dengan itu, tapi Saya sudah bersyukur karena dikit-dikit sudah mulai bisa. Frekuensi ke-gugupannya juga tidak sehorror yang dulu. 


Yah, namanya juga proses belajar. Tentunya tidak langsung 100% bisa hilang nervous-nya. Pasti bertahaplah. Dan saya tidak akan pernah lelah belajar untuk hal ini.


My 2018 Resolutions

Dear 2018, tolong bersahabatlah. Saya punya beberapa keinginan dan semoga saya bisa mewujudkannya. Apa sajakah itu?

1. Tetap Bisa Membahagiakan Kedua Orang Tua

This is my main resolution. Salah satu hal yang paling Saya syukuri adalah kedua orang tua Saya masih ada bersama Saya. That's why, membahagiakan Mereka adalah misi kedua Saya berada di dunia ini setelah Allah. *Yaelah.. Bahasa lu Tong 😅

Emang sih.. Saya belum bisa membahagiakan mereka dengan memberangkatkan Umroh atau memberikan Sebongkah Berlian 😅. Tapi, banyak kok cara simple untuk membahagiakan mereka, yaitu dengan mengikuti setiap keinginannya (asal tidak bertentangan dengan prinsip saya) 😅


Misalnya nih yah, mama minta di antar ke mana-mana, yah antar. Trus juga dengan membelikan makanan-makanan favorit mereka (bapak suka banget Nasi Padang dan mama suka banget sama Terang Bulan Keju) 😅. Selain itu, hal yang paling orang tua senangi adalah ketika anaknya mendengarkan dengan baik nasihat dari mereka (kalau ada yang tidak sepaham lebih baik diam, alias tidak membantah). Dan yang tak kalah penting, sering memberikan hadiah-hadiah kecil.


Harapanku untuk kedepannya, semoga Saya bisa selalu membahagiakan Mereka dan tidak akan pernah mengecewakan Mereka. Cause they are my Everything.


2. Menjadi Pribadi yang Lebih Baik dari Tahun-Tahun Sebelumnya

Nah, inilah resolusi yang selalu ada di tiap tahunnya. Semoga Saya bisa menjadi pribadi yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya, dan menjadi pribadi yang lebih baik dalam segala hal.

Dari Segi Ibadah

Saya sadar, Saya makin menurun dalam hal ibadah. Bahkan kadang masih sering bolong-bolong solatnya. Jujur, Saya merindukan diri ini yang di tahun 2012. Saya merindukan ila yang dulu, ila yang rutin yasinan tiap malam jumat, rutin ikut dzikiran tiap malam Jumat di majelis dzikir Darut Taubah, rutin one day one juz, solat malamnya rutin, rajin dengar lagu-lagu religi, bacaannya buku-buku religi, solat tidak pernah bolong, bahkan solat sunnah pun tak pernah alpa menemani solat wajib. 

Namun sejak Negara Api menyerang yang entah sejak kapan dan mengapa, semua jadi berubah. Beruntung solat wajibnya masih ada, walau kadang khilaf bolong-bolong. Astagfirullaahh...

Yah, Saya ingin mengembalikan sosok ila yang dulu dari segi ibadah. Seorang senior pernah berkata, tak peduli seburuk apa dan seberdosa apa seseorang. Asalkan dia menyadari bahwa dia salah dan berniat untuk berubah menjadi lebih baik, maka yang terbaik adalah kembali ke jalan-Nya. Karena Rahmat Allah sungguh luas. 

Di sisi lain, Saya beruntung memiliki kedua orang tua yang rajin menasihati Saya, baik dari segi ibadah maupun sosial. Bapak pernah berkata, "Allah itu baik, Allah sudah kasih Kamu rejeki, Allah sudah kasih kesibukan yang bermanfaat, Allah selalu kabulkan keinginanmu, harusnya Kamu jangan menurun performa ibadahnya. Kamu harus lebih rajin dalam hal ibadah. Biar Allah makin sayang sama Kamu". Yuppzz Saya harus lebih baik lagi dalam hal ibadah. Saya harus menegakkan prinsip utama Saya, yaitu Allah. Allah yang utama dalam kehidupan Saya. karena Saya hidup untuk beribadah pada-Nya. Ayoo Smangat ila..

Dari Segi Kehidupan Sosial

Hidup yang berkah adalah ketika bisa memberikan manfaat bagi makhluk hidup lainnya. Menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain adalah misi ketiga saya berada di dunia ini 😅. Selain itu, saya memang memiliki prinsip; "Ketika ada yang meminta tolong, sebisa mungkin akan Saya bantu. Kalau Saya memang bisa, pantang untuk mengatakan tidak". Tapi kalau di luar kemampuan Saya, yah maaf-maaf aje 😅.


Dari Segi Lifestyle

Pokoknya di Tahun 2018 nanti Saya akan benar-benar memperbaiki gaya hidup. Mulai dari pola makan, kesehatan, manajemen waktu, kedisiplinan, dan kebersihan lingkungan. Makan harus teratur dan bukan dengan porsi tukang. Selain itu, paling lambat tidur jam 11 malam. Tidak boleh lagi khilaf begadang sampe subuh. 

Manajemen waktu harus benar-benar bagus, stop menunda-nunda. Bila ada kerjaan, tidak boleh ditunda-tunda (baik itu tugas kantor maupun tugas kuliah). Yang paling penting, harus lebih bisa menghargai waktu.


Saya juga ingin rutin jogging. Yah, minimal 3 x seminggu bolehlah. Sebelum saya makin menggendut, Saya harus benar-benar merutinkan hal yang satu ini (jogging). Kasian pakaian yang ada di lemari, kalau Saya makin menggendut, mereka bakal gak kepake lagi 😥.


Dari Segi Wawasan

Sebagai youth jaman now, tentunya Saya harus berwawasan luas. That's why, Saya harus tingkatkan yang namanya "membaca". Karena orang yang keren adalah orang yang berwawasan luas. Namun Saya menyadari, menambah wawasan tidak hanya dari membaca. Karena ada banyak pelajaran-pelajaran berharga di sekitar kita. Makanya Saya harus memperluas cakrawala, bergabung di komunitas-komunitas bermanfaat juga bisa menambah wawasan. 


Dari Segi Produktivitas

Saya ingin lebih produktif lagi dari hari-hari sebelumnya. Karena passion Saya adalah menulis, yah Saya harus memulainya dari sini. Misalnya tidak lagi nulis semau-maunya alias nanti ada mood baru mau nulis. Tapi Saya ingin, minimal 2 tulisan per minggu ter-post di blog ini. 

Selain itu, kebetulan Saya juga menulis di situs bagooli.com. Bila sebelumnya Saya harus mempublikasikan 4 artikel dalam sebulan, maka di Tahun 2018 nanti, Saya ingin tiap bulannya bisa menerbitkan 5-6 tulisan dalam sebulan. Aamiinn.. 

Dari Segi Perkuliahan

Semoga makin rajin masuk kuliah. Semoga kesadaran itu tetap ada, Kesadaran bahwa Saya ini adalah Penerima Beasiswa. Jadi tidak boleh malas-malas masuk kuliah. Apalagi sampai tidak mengerjakan tugas, tolong jangan! 

Semoga bisa selalu akrab dengan teman-teman angkatan. Smoga tiada permasalahan yang berlarut-larut di antara kita, guys. 

Semoga juga bisa lulus tepat waktu. Soalnya kalau tidak tepat waktu, harus bayar SPP sendiri 9jt. Oh Nooo.. Pokoknya harus berusaha lulus tepat waktu!!

Dari Segi Percintaan

Maaf, no comment kalau soal ini 😅. Tapi yang pasti, Saya di sini sedang memantaskan diri untuk sang jodoh. Dear jodoh, mari Kita saling memperbaiki diri dan saling memantaskan diri. Kamu di sana belajar menjadi Imam yang baik untuk keluarga Kita nanti, dan Saya di sini akan belajar menjadi makmum yang baik untukmu kelak. *Ckckck ila lagi ngomong apa? Hihihi jadi ngakak sendiri pas di bagian ini 😅. Ah, pokoknya semoga Kita dipertemukan di waktu yang tepat. Aamiinn


3. Semoga bisa Beli Piano

Satu-satunya benda yang Saya inginkan saat ini adalah Piano (Eh bukan hanya saat ini sih.. tapi dari beberapa tahun yang lalu). Dulu pernah minta ini ke orang tua. Eh yang dibelikannya malah keyboard, sepupunya Piano. Karena pada dasarnya sukanya sama Piano, yah latihan keyboardnya juga ogah-ogahan. Alhasil, 8 bulan kemudian keyboardnya dijual (dari pada tinggal berdebu di kamar). 

Dan tidak mungkin Saya minta lagi untuk dibelikan Piano. Makanya harus bisa nabung biar bisa beli sendiri nanti. Tapi cobaan trerberat adalah tabungannya sering kepake untuk belanja ketika ada diskon. *Dasarrr Wanita! Paling tidak bisa liat diskon -_-.

Tapi di tahun 2018 ini, Saya akan benar-benar serius untuk hal ini. Ayo lawan godaan belanja. Pastii bisa kok.

Kunci dari Segala Resolusi di Atas Adalah TETAP SEHAT

Saya ingin ini saya ingin itu. Tapi saya menyadari, kunci utama untuk mewujudkan semua resolusi itu adalah Tetap Sehat. Bagaimana mau membahagiakan ortu kalau saya sakit-sakitan? Misalnya mama minta antar ke suatu tempat, mana bisa diantar kalau sayanya lagi sakit? 

Di resolusi 2018 juga Saya ingin bisa lebih produktif dari sebelum-sebelumnya. Tapi bagaimana mau produktif kalau sayanya selalu tidak fit? Kan sulit. Itulah mengapa Saya membutuhkan multivitamin 
untuk menemani perjalanan 2018 saya. Dan saya jatuhkan pilihan pada  Theragran-M, agar Saya bisa tetap fit sehingga bisa mewujudkan semua Resolusi yang telah saya konsep sebelumnya. 


Mengapa Thegragran-M?


Sebagai pemuda yang aktif, menjalani Kuliah sambil Kerja benar-benar membutuhkan perjuangan. Harus selalu fit agar senantiasa bersemangat. Tapi yang namanya sakit emang gak bisa ketebak. Apalagi kalau kesibukan mulai padat. Ketika sistem kekebalan tubuh melemah, di situlah akan mudah terserang penyakit. Itulah mengapa, Saya membutuhkan Vitamin ini sebagai sistem pertahanan imun Saya. Karena Theragran-M adalah Vitamin yang bagus untuk mempercepat masa penyembuhan.


Theragran-M ini diproduksi oleh PT. Taisho Parmaceutical Indosesia Tbk, dan berada di bawah pengawasan Taisho Parmaceutical Co, ltd Tokyo, Japan. Multivitamin yang telah memiliki label halal dari MUI (Majelis Ulama Indonesia) ini memiliki keunggulan dari segi pengalaman dalam industri obat. Para dokter telah meresepkan vitamin ini sejak tahun 1976 atau lebih tepatnya telah ada selama 40 tahun lebih. 


Selain sebagai Vitamin yang bagus untuk masa pemulihan, Theragran-M juga berfungsi untuk mengembalikan daya tahan tubuh setelah Sakit. Pokoknya sangat cocok dikonsumsi untuk masa penyembuhan berbagai jenis penyakit.


Keunggulan lain yang dimiliki oleh Theragran-M ini adalah  terbukti meningkatkan, mengembalikan dan menjaga daya tahan tubuh serta mempercepat penyembuhan. Mengapa demikian? Karena Theragran-M memiliki kombinasi multivitamin (Vit A, Vit B, Vit C, Vit D, Vit E) dengan Mineral Esensial seperti Magnesium dan Zinc.


Untuk aturan penggunaan, Theragran-M dikonsumsi sehari 1 kaplet, boleh diminum sewaktu atau sesudah makan, atau sesuai dengan anjuran dokter. Oh iya, Theragran-M bisa diperoleh di apotik ataupun toko obat dengan harga yang beragam, tergantung di apotik atau toko obat mana membelinya. Minggu lalu saya beli ini dengan harga Rp. 23.000/Strip.


-------------


Meminum multivitamin memang perlu. Tapi tentunya, menjaga pola hidup agar tetap sehat juga penting. Menjaga daya tahan tubuh bersama Theragran-M dibarengi pola tidur yang cukup, mengonsumsi makanan sehat dan rutin berolah raga adalah kombinasi yang tepat. Karena Kesehatan itu mahal dan sangat berharga.




Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Theragran-M.

16 comments:

  1. "Amin" untuk segala resolusinya di 2018 �� senang sekali membaca tulisan yang penuh motivasi dan semangat dalam menjalani hidup. Melihat perjalanan penulis yang sempat mengalami kecelakaan hingga berusaha untuk move on demi tetap menjadi manusia produktif yang memiliki banyak resolusi untuk diwujudkan, benar-benar membuka mata saya bahwa menjadi sehat itu penting. Wah boleh dicoba nih multivitamin Theragran-M (^_^)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiinn.. Makasih 'Angin Kecil' ^_^
      Yuuppzzz tetap Sehat emang kunci dari segalanya. Cuuzz langsung deh ke apotik terdekat beli Theragran-M :D

      Delete
  2. Replies
    1. Iya Semangaattt.. Ayunda juga semangat yaahhh untuk segala hal yang ingin dicapai ^_^

      Delete
  3. Semangat ila, semoga tercapai yah semua resolusinya 😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiinn... Makasih Anugrah Reskiani.. Semoga tercapai juga segala resolusi 2018nya yah...^_^

      Delete
  4. Cie. Sy yakin ji kalau ila.

    ReplyDelete
  5. Luarbiasaaaa resolusinyaaa ila sayang
    Ga sengaja memotivasi saya juga inihh
    Tetap sehat jaga sehat . Semangaddd!!
    Jangan masa bodoh lg di tahun ini ya harus maju maju dan stay healthy 😚👍🏽

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waahh dikomen sama blogger andalan gue. Hehehe iya harus semangat. Tidak boleh acuh tak acuh lagi.

      Smoga Kak Qiah juga tercapai segala resolusinya. Aamiinn.. ^_^

      Delete
  6. Hebat banget mbak Ila, pendidikan nomor 1, jadi minder saya hehe.. Semoga resolusi selanjutnya tercapai ya dan ttp jaga kesehatan dgn TheragranM

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiinn.. Aamiinn ya Allah..

      Heheheh saya yang jadi termotivasi sm tulisan2nya mba. Keren-keren :) :)

      Delete
  7. Semangat Ila. Semakin muda merencanakan, semakin mudah untuk mencapainya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih mba ^_^. Semoga tercapai segala resolusinya juga ^_^

      Delete
  8. Tetap semangat dan selalu tekun dalam belajar...setiap orang adalah guru dan setiap tempat adalah sekolah...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yeess, sepakatt kak. Terima kasih atas bimbingan-bimbingannya selama ini ^_^

      Delete

Terima kasih telah membaca tulisan ini. Silahkan tinggalkan komentar ^_^

@ilayahya_