Jual Smartphone, Beli Nokia Jadul - ila yahya

22.12.16

Jual Smartphone, Beli Nokia Jadul

Keinginan untuk kembali menggunakan nokia jadul sudah ada sejak lama. Tapi karena godaan Smartphone dengan berbagai fitur menariknya membuat saya tetap bertahan padanya. BBM, Line, Whatsapp, Wechat, Facebook, Twitter, Path, Instagram, kakao Talk, LiteBIG, Telegram, Google+, dan saudara-saudaranya. Yah.. saya pengguna social media itu, tapi itu dulu. Dan sekarang saya hanya menggunakan FB. Lalu yang lain dikemanakan? Sudah tutup akun alias dinonaktifkan. Bodo amat kalau bakal dibilangi anak muda palsu, tidak kekinian atau gak gaul. Bodo Amaattt !!! Bertahun-tahun tanpa saya sadari, saya telah menjadi pecandu smartphone.

Bangun pagi bukannya langsung baca doa bangun tidur, eehhhh malah langsung main Hp. Lagi ngumpul sama teman lama bukannya saling melepas rindu dengan berbagi kisah-kisah yang telah dilalui, eehhh malah sibuk dengan hp masing-masing. Lagi makan bukannya fokus ke makanan, eehh malah diselingi dengan ngutak-ngatik hp. Sampai saat malam pun jadi susah tidur karena masih meladeni chattingan yang masuk. Alhasil terkena insomnia. Dampaknya apa? Keesokan harinya badan jadi lemas dan tidak bersemangat ngapa-ngapain, muncul lingkaran hitam di bawah mata seperti mata panda, kulit kusam, dan hidup tidak sejahtera -ceileeehhh-. Dan karena kecanduan pada smartphone ini, muncullah prokrastinasi. Apa itu? Kebiasaan menunda-nunda. Jadi ceritanya sudah bangun pagi di hari libur. Niatnya mau mandi jam 6. Tapi karena sudah keasyikan dengan hp, pas liat jam, "Ah baru jam 7. Mandinya bentar deh jam 8. Airnya masih dingin banget".  Kemudian jam menunjukkan pukul 9. Karena chattingan lagi seru-serunya, maka jam mandi pagi diundur ke jam 10. Dan niat mandi yang telah ada sejak jam 6 pagi tadi, baru terealisasi jam 12. Yaelaaahhhh mandi pagi apaan jam 12 siang -_-. Tapi saya tidak sendiri. Saya yakin, yakin banget malah.. Bukan hanya saya yang seperti itu. Pasti banyak yang seperti itu diluar sana. Niatnya mau mandi pagi, tapi sampe sore belum mandi-mandi -Hahahaha-.

Saya mulai menyadari dampak buruk yang ditimbulkan oleh smartphone pada saya. Dan saya pun memutuskan untuk mengakhiri kecanduan smartphone itu dengan perlahan. Eiittssss.. tapi bukan berarti smartphone sepenuhnya memberikan dampak buruk bagi saya yah. Banyak juga kok manfaat-manfaat yang diberikan oleh smartphone. Misalnya mengakses informasi yang diinginkan jadi lebih mudah, bisa terasa dekat dengan keluarga yang jauh di sana dengan adanya fitur Video Call, bisa belajar secara otodidak dengan mendownload aplikasi yang ada, dan masih banyak lagi manfaat-manfaatnya. Jaaaadiii... Smart-lah dalam ber-smartphone. Kebetulan dulu saya masih labil gimanaa gitu.. jadi yah seakan dikendalikan oleh smartphone -ceileeehhh dikendalikan. Robot kalii...-

Bagaimana Saya Melepaskan Diri Dari Kecanduan Smartphone?
Berawal dari itulah saya mulai melangkah ke arah yang lebih baik -yaelaahhh bahasa lu-. Semua butuh proses, termasuk ketika ingin melepaskan diri dari kecanduan smartphone. Waktu itu akun sosmed yang pertama kali saya nonaktifkan adalah twitter, kemudian IG, menyusul Path, kemudian Kakao Talk, setelah itu Wechat, sempat juga menonaktifkan akun FB (tapi sekarang sudah aktif lagi karena melalui FB saya bisa mengetahui perkembangan diluar sana -hahahhaa tapi bukan ngestalk yah-. Dan seiring berjalannya waktu, dengan berat hati saya menghapus aplikasi BBM. Awalnya agak gimana yah.. seperti ada yang hilang gitu. Tapi lama-lama jadi terbiasa. Yes of course saya jadi terbiasa tanpanya -Aassseeekkk-. Hingga yang tersisa di hp kmaren tinggal Line. Agak sayang gitu kalau Line juga ikutan dinonaktifkan, banyak stiker dan tema yang sudah terbeli soalnya.

Okeh Fix Messenger yang saya pelihara di hp cuman Line. Tapi seiring berjalannya waktu, saya jadi merasa, "kok ni Hp sepi banget yah.." suram gitu kayak tidak ada penghuninya. -Kamu siihh.. tidak pernah nge-Line saya lagi #Eeeeehhhh

Ni Hp semakin terasa tidak bergunanya ketika seharian hanya berada di tempat tidur. Bahkan pernah dalam 2 hari batre-nya awet tidak perlu dicas. Pernah juga seharian tu hp lowbate dan saya tidak berusaha mencari cas. Mengapa? yah karena tidak ada yang menarik di hp itu. Mau online, biasanya di laptop. Mau dengar musik, palingan di ipod. "Lalu untuk apa lagi kamu bersamaku Hp?"

Kemudian saya memutuskan untuk menjual Hp yang telah menemaniku lebih dari setahun itu sebelum harganya semakin jatuh. Hahahahha

Nostalgia Ke Nokia Jadul
Sejak dulu saya memang ingin kembali menggunakan Nokia jadul yang pernah berjaya di masanya itu. Kembali menggunakan barang-barang yang pernah ada di masa lalu bisa membuat saya seakan kembali ke masa itu juga, masa-masa SD. Yaahh.. saya memang kadang merindukan masa-masa itu. Asik aja gitu.. perasaan jadi lebih adem kalau ngingat masa-masa SD. 

Saya pun mulai searching di e-commerce, kali-kali aja ada yang jual nokia jadul yang masih bagus. Daaaannnnnn saya pun menemukannya. sesuai tipe Nokia yang saya inginkan selama ini, Nokia 1100. 



Setelah menunggu lebih dari seminggu, akhirnya si Nokia Jadul datang juga ke rumah. Yeeeaayyy... Akhirnya kita bersama -Ah lebay lu Tong-.

Betapa senangnya bisa pake Hp seperti ini lagi. Dan pastinya tidak ada lagi yang namanya pusing mikirin kuota, tidak ada lagi yang namanya chattingan sampe larut malam, dan tidak ada lagi yang namanya prokrastinasi karena malas-malasan bareng fitur-fitur penggoda dari smartphone.

Taaaappiii... pakai Nokia jadul sekarang bukan berarti tidak akan kembali ke Smartphone lagi. Nanti Bakal balik lagi kok. Tapi nanti.. saat saya menginginkan kembali padanya. :D :D

No comments:

Terima kasih telah membaca tulisan ini. Silahkan tinggalkan komentar ^_^

@ilayahya_